Bincang Cerdas “Membangun Karakter Guru, “Menyongsong Indonesia Emas 2045” di STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Sabtu, 7 Oktober 2017, Prof. Dr. Rochmat Wahab, Dr. dr. Probosuseno, Sp. PD., K.Ger dan Umi Faizah, S.Ag., M.Pd., hadir di tengah-tengah civitas akademika Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia Yogyakarta. Acara resmi, ngobrol cerdas bersama dosen-dosen favorit tersebut merupakan rangkaian MILAD STPI Bina Insan Mulia yang ke-22. Bincang cerdas sengaja mengangkat tema tentang pendidikan karakter. Hal ini sebagai respon dan bukti bahwa STPI Bina Insan Mulia memiliki perhatian tentang penanaman moralitas dan nilai humanisme yang kuat untuk bangsa Indonesia.
Umi Faizah, S.Ag., M.Pd., selaku ketua STPI BIM menyatakan bahwasanya isu bincang cerdas ini sengaja mengangkat tema “Peran Guru Menyongsong Generasi 2045”. Harapannya, ini akan menjadi momentum penting bagi STPI BIM untuk merefleksikan apa yang telah diperbuat dalam perjalanan sejarahnya khusus berkenaan dengan pendidikan karakter untuk anak usia dini. Selain itu, tema ini diangkat agar kiranya seluruh sivitas akademika semakin yakin untuk terus bergerak ke depan guna mengukir banyak karya. Seiring dengan usianya yang beranjak dewasa sudah semestinya STPI Bina Insan Mulia hadir dan mulai lebih eksis untuk masyarakat. Momentum milad ke-22 merupakan salah satu sarana untuk membangkitkan semangat agar lebih giat lagi mempublikasikan seluruh hasil karya baik dosen dan mahasiswa.
“Mengingat bahwasanya STPI BIM ini lahir dari sebuah impian dan idealisme akan pendidikan, di era informasi seperti saat ini publikasi merupakan sebuah keniscayaan. Ia memegang peran yang cukup penting. Tanpa publikasi yang baik dan tepat, maka apa yang telah dilakukan oleh STPI BIM akan hilang begitu saja”. Oleh karena itu, ketua lembaga ini menyarankan dan berharap agar publikasi lembaga dapat dirancang dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam berbagai kesempatan. Berbagai karya nyata para dosen dan mahasiswa khususnya yang berkenaan dengan penanaman karakter bagi guru harus terus dipublikasikan secara maksimal. Dengan demikian maka, guru-guru yang akan dilahirkan oleh kampus kreatif ini benar-benar mampu berkontribusi positif menyongsong Indonesia emas 2045. Umi Faizah yang telah berkiprah cukup lama dalam membesarkan STPI BIM ini juga memperoleh kesempatan untuk memberikan pemaparan serta menjelaskan kilas balik sejarah STPI BIM YK.
Acara bincang cerdas dan temu kangen alumni yang disambut luar biasa meriah oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas itu semakin semarak dan hangat ketika Profesor Dr. Rohmat Wahab, M.Pd.,MA. mulai memberikan strategi bagaimana semestinya menjadi guru yang berkarakter agar siap mendidik calon generasi emas. Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat dan tokoh pendidikan Indonesia yang telah mengukir puluhan prestasi ini juga memberikan motivasi serta gambaran betapa pentingnya menanamkan nilai moralitas kepada para anak bangsa. Sebagaimana pondasi dalam kehidupan secara umum, pada dasarnya nilai-nilai humanisme tidak akan pernah terlepas dalam diri manusia. Nilai ini akan selalu dibutuhan dalam kondisi apapun di dunia ini. Sampai kapanpun nilai ini akan dibutuhkan agar hidup tenteram dan nyaman. Bahkan negara sebesar Amerika saja juga memberikan perhatian khusus akan pentingnya pendidikan karakter.
Guru besar kelahiran kota Jombang lulusan University of Iowa Amerika Serikat (1995) dengan konsentrasi Curriculum and Instruction for Elementary Education, College of Education ini juga memberikan pemaparan secara detail seluruh komponen yang dibutuhkan agar menjadi guru yang berkarakter. Sebagai komparasi, setidaknya ada empat hal yang ditekankan dalam education reform in the 21St khususnya di UAS. Academic achievement, improvement in school climate, increase school safety, dan the development of a morality-educated citizenry. Empat hal itulah yang selalu diperkuat di negara paman Sam tersebut. Ini artinya, pendidikan moral merupakan trending topic yang tidak akan pernah out of date. Sengaja diambil contoh negara Amerika karena selama ini yang berkembang di masyarakat Amerika adalah negara liberal yang tidak peduli dengan moralitas namun pada kenyataannya nilai-nilai tersebut malah semakin digalakkan disana. Dengan demikian, Indonesia sebagai bangsa timur tidak boleh kalah dalam menjaga dan mendidik anak bangsa agar memiliki nilai moralitas yang jauh lebih baik dari negara tersebut.

Bincang cerdas di halaman kampus STPI BIM tersebut semakin sempurna dengan kehadiran dokter multi talenta, Dr. dr. Probo suseno, SpPD, K-Ger. Beliau memberikan gambaran betapa indahnya jika kita bisa menjadi guru yang berkarakter dan menyenangkan bagi anak didik kita. Selain memaparkan materi pendidikan karakter dari aspek kesehatan, dokter Internis dan konsultan geriatri ini menyampaikan penjelasannya dengan sangat komprehensif. Beliau mengintegrasikan dan memadukan rangkaian nilai-nilai karakter dengan kebutuhan bangsa saat ini.
Dengan gaya yang sangat khas, materi pada sore itu disampaikan dengan luwes, santai, namun penuh dengan nilai keislaman. Konsultan medis di beberapa tempat pelayanan kesehatan dan juga ini juga mengajak seluruh peserta bincang cerdas untuk selalu hidup sehat. Beliau mengajak seluruh guru dan calon guru untuk senantiasa menjaga motivasi untuk menjadi guru yang berkarakter dan cerdas. Guru harus selalu menyenangkan untuk murid-muridnya karena pada dasarnya guru yang berkarakter adalah mereka yang memiki semangat untuk berubah, memberikan nilai manfaat untuk sesama, semangat berubah yang tiada henti, mampu memberikan contoh kebaikan sepanjang masa, beragama, amanah, taat, berilmu, dan konsisten tentunya.
Akhirnya, starting point dalam bincang cerdas untuk membangun karakter guru untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 adalah meningkatkan semangat berkolaborasi dalam mendidik, adaptif serta memiliki keterampilan dalam hal kepemimpinan, peka terhadap digital literasi dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Degan demikian maka, guru akan memiliki kualitas yang baik sehingga mampu menciptakan pendidikan yang berkualitas. (wa-edukasi).